ppc management, online marketing, search marketing, seo, website development - www.dotmedias.com
Showing posts with label Brilliant legacy. Show all posts
Showing posts with label Brilliant legacy. Show all posts

Sunday, February 21, 2010

Sinopsis Brilliant Legacy episode 28 ( Terakhir )

Brilliant Legacy Episode 28
Tayang: Selasa, 23 Februari 2010 pukul 15:00 WIB di Indosiar



Sung Hee teringat kata-kata Seung Mi, "Ibu, kenapa kau melakukan itu?! Kenapa harus kau yang menjadi ibuku?! Kau membuatku gila!" Ia kemudian teringat Pyung Joong, "Apa kau manusia?!". Eun Woo berkata, "Itu ibu."
Sung Hee hendak meloncat dari atas, namun Seung Mi datang dan memanggilnya, "Ibu! Ibu, jangan! Jangan lakukan itu!" Seung Mi menangis ketakutan. "Ibu, kau tidak boleh mati!"
Sung Hee: Tidak ada alasan lagi untuk hidup.
Seung Mi: Hiduplah untukku. Semenderita apapun ibu, ibu tidak boleh mati! Apapun yang telah ibu lakukan, aku butuh ibu! Jangan mati, ibu! Jangan melarikan diri sendirian! Jika ibu pergi, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Satu-satunya orang yang menyayangi aku adalah ibu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa ibu? Jika ibu masih ingin pergi, bawa aku bersama ibu.
Seung mi berlari ke arah Sung Hee. Sung Hee menoleh dan menghalangi putrinya. "Jangan! Jangan, Seung Mi!"
Seung Mi: Ibu! Jangan mencampakkan aku dan melarikan diri! Ibu, kumohon... Kumohon... Ibu...


Seung tertidur di pangkuan Sung Hee. Saat hari sudah pagi, Seung Mi terbangun dan kaget melihat Sung Hee tidak ada di sisinya. Ia berlari keluar dengan panik untuk mencari ibunya. "Ibu!"
Sung Hee kemudian muncul dengan membawa tas. "Sarapan sudah siap. Aku akan segera kembali."
Seung Mi: Ibu mau kemana?
Sung Hee: Jangan khawatir. Ada hal yang harus aku selesaikan.
Seung Mi: Hati-hati. Cepat pulang.




Sung Hee menemui Pyung Joong untuk memberi tahu bahwa ia telah mengembalikan uang asuransi. "Ini tanda terimanya. Aku juga sudah menjual apartment. Ini uang yang tersisa. Aku sudah menawarkan rumah untuk dijual dan memberi nomor telepon Eun Sung untuk dihubungi. Setelah rumah terjual, kau bisa mengambil uangnya."
Pyung Joong: Kenapa kau melakukan ini?
Sung Hee: Seung Mi ingin aku untuk mengembalikan semuanya, jadi aku melakukannya. Setelah semuanya dikembalikan, aku akan pergi dari sini. Ia bilang, ia membutuhkan aku. Ia akan sendirian bila tidak ada aku. Ia memanggil orang seperti aku ibunya dan ingin aku trerus terus di sampingnya. Aku akan menggunakan sisa hidupku untuk membayar kesalahanku pada Seung Mi.


Seung Mi datang ke rumah Eun Sung. Ia menunggu di sana karena Eun Sung dan Eun Woo sedang keluar.
"Eun Woo!" panggil Seung Mi ketika melihat Eun Sung dan Eun Woo datang.
Eun Woo: Kakak!
Seung Mi memberikan sebuah tas berisi sesuatu pada Eun Woo. "Dulu kakak belum sempat membelikanmu ini."
Eun Woo: Ayo kita pergi membeli hamburger. Hamburger dan soda.
Seung Mi tersenyum. "Ingatanmu sangat bagus."
Eun Sung memberi Eun Woo uang dan memintanya pergi membeli hamburger sendiri. Eun Woo berjalan pergi, namun Seung Mi memanggilnya. "Eun Woo, jaga dirimu.".
Eun Sung: Jangan melakukan ini lagi pada Eun Woo.
Seung Mi: Aku hanya ingin mampir sebelum pergi.
Eun Sung: Kau ingin pergi?
Seung Mi: Ibuku ingin bunuh diri. Aku memohon padanya untuk tetap hidup karena aku takut hidup... seorang diri.
Eun Sung bersikap dingin. "Karena ibumu ingin bunuh diri, maka kau berharap untuk dimaafkan?"
Seung Mi: Maafkan aku. Itu semua salahku. Jika aku melepaskan kak Hwan lebih awal, ibu pasti tidak akan menjadi serakah. Karena aku ingin setara dengan keluarga kak Hwan, maka ibu menjadi serakah dan mengambil semua uang asuransi. Ia takut ketahuan sehingga melakukan itu pada Eun Woo. Ibuku melakukan kesalahan itu, semuanya karena aku. Maafkan aku, EunSung.
Wajah Eun Sung melembut dan akhirnya tersenyum.


Seung Mi menemui Hwan. "Aku kemari karena aku ingin meminta sesuatu dari kak Hwan. Sesuatu yang ingin aku lakukan bersama kak Hwan, tapi belum sempat kita lakukan."
Ternyata Seung Mi ingin naik bus bersama Hwan. Di sepanjang perjalanan, mereka hanya duduk diam. Sejak bus ramai sampai bus mulai sepi.
Seung Mi: Terima kasih karena selama ini kakak selalu di sampingku. Karena kakak, aku tidak merasa kesepian. Jaga Eun Sung baik-baik.
Hwan hanya bisa terdiam.
Seung Mi: Ini haltenya. Kakak, kau turun duluan.
Hwan melihat Seung Mi dari luar dan Seung Mi menatapnya, tersenyum.

Pyung Joong memberikan uang dari Sung Hee kepada Eun Sung. Ia meminta maaf kepada Eun Sung karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa meminta persetujuan Eun Sung. "Walaupun aku ingin membawa dia ke penjara, tapi hal itu tidak akan membuat kemarahanku hilang." kata Pyung Joong.
Eun Sung juga bercerita bahwa Seung Mi menemuinya dan memohon agar memaafkan ia dan ibunya. Seung Mi tidak akan mungkin bisa hidup tanpa ibunya.


Seung Mi dan Sung Hee pindah.
Nenek Jang memanggil Pyung Joong dan menawarkan proyek untuk membangun apartment karyawan. Ia meminta Pyung Joong untuk mengerjakan proyek ini bukan karena koneksi, tetapi karena Nenek Jang tahu tentang perusahaan Pyung Joong dan kemampuannya sebagai konstruktor. Nenek Jangjuga memberi Pyung Joong sejumlah uang untuk membeli rumah baru, namun Pyung Joong menolak. Ia mengatakan bahwa Eun Sung akan membawa Eun Woo untuk bersekolah di luar negeri.


Young Suk datang ke cabang kedua dan meminta agar Hwan tidak melaporkannya ke polisi. Hwan menarik kerah baju Young Suk. Eun Sung melihat mereka dan melerai. "Jangan bertindak seperti itu pada pelanggan!" ujar Eun Sung pada Hwan. Eun Sung hendak minta maaf, namun karena ia melihat bahwa pelanggan itu adalah Young Suk, dengan spontan Eun Sung malah memukulnya.


Eun Sung memberi tahu Hwan bahwa ia akan bersekolah di luar negeri menggunakan uang yang dikembalikan Sung Hee. Hwan marah dan berseru, "Jangan pergi!"
Tapi Eun Sung bersikeras. Ia ingin memberi Eun Woo pendidikan pianist yang baik agar Eun Woo bisa menjadi pianist dan komposer profesional. Hwan menyerah.

Eun Woo bilang pada Eun Sung bahwa Kak Ramyun (Hwan) menyukai Spy. "Spy sangat cantik dan tidak pernah mendengarkan kakak. Kak Ramyun menyukai Spy. Kau tidak tahu bagaimana rasanya menyukai orangyang membencimu kan?"
Eun Sung: Hwan bilang begitu?

Nenek Jang berkata pada Hwan, jika ia mau bersama Eun Sung, kenapa Hwan tidak bersekolah di luar negeri juga? Ia sekarang sudah bisa mempercayai Hwan dan membiarkan Hwan pergi "Buat keputusan yang akan membuatmu tidak menyesal."
Di lain pihak, Pyung Joong bertanya pada Eun Sung apakah ia pergi karena Hwan. Eun Sung bilang bahwa ia akan pergi. Pyung Joong kemudian berkata, "Jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal nantinya."


Hwan berlari ke halte bus untuk menemui Eun Sung.
Eun Sung sudah naik bus untuk menemui Hwan. Ia melihat Hwan ingin memanggil taksi dan bergegas turun. Ia melambai melarang Hwan.
Eun Sung: Tunggu aku. Aku ada di situasi dimana aku tidak bisa tidak pergi. Jadi tunggu aku.
Hwan: Apa kau bilang?
Eun Sung: Aku bilang tunggu aku!
Hwan tersenyum dan memeluk Eun Sung. "Bodoh!" katanya. "Tentu saja aku akan menunggumu."

Hwan bilang ia sebenarnya ingin pergi juga, namun ia tidak bisa karena ia belum memberikan nenek kenangan yang indah. Ia tidak bisa meninggalkan nenek. Jika ingan nenek mulai memudar, ia ingin neneknya melupakan kenangan-kenangan yang buruk dan menggantinya dengan kenangan yang indah bersama cucunya. Ia juga ingin membuktikan pada neneknya bahwa ia bisa membangun hidupnya sendiri sedikit demi sedikit.
Eun Sung: Kau jadi sedikit keren.
Hwan: Sedikit?
Eun Sung: Semua itu akan tercapai. Karena kau adalah cucu nenek.


Eun Sung menemui Jun Se dan Hye Ri untuk mengatakan rencananya bersekolah di luar negeri. Ia berterima kasih pada Jun Se karena telah menolongnya selama ini. Jun Se bilang, Eun Sung harus baik-baik dengan Hwan. Ia ikut bahagia jika gadisyang disukainya bahagia.


Nenek Jang menyuruh Pyo Sung Chul untuk bertemu dengan seorang wanita dan mencari jodoh. Namun Sung Chul menolak karena ia tidak ingin menikahi wanita yang tidak dikenalnya. Nenek Jang memanggil Young Ran dan menunjukkan foto wanita itu.
Nenek Jang: Apa pendapatmu tentang wanita ini? Apa dia tidak cantik?
Young Ra berkata dingin, "Dia seperti wanita penggoda. Ibu, kenapa kau selalu memaksa orang yang tidak mau pergi berkencan?" Lalu pergi ke dapur.
Nenek Jang terkejut sekaligus bingung.
Pyo Sung Chul menyusul Young Ran ke dapur.
Young Ran: Apa kau tidak mau berkencan karena wanita itu? Dia sudah tua, dia kekanak-kanakan, dan wanita yang...
Young Ran teringat saat ia terpeleset dan Sung Chul menangkapnya. Sung Chul berkata, "Berhentilah melakukan hal-hal yang bodoh."
Young Ran: Apa itu... aku?
Hwan tiba-tiba datang untuk menanyakan makan siang.

Nenek Jang akhirnya menyadari bahwa Sung Chul menyukai Young Ran dan tidak menikah karena itu. Sung Chul minta maaf karena berani berbuat begitu, namun Nenek Jang bilang bahwa tidak ada perbedaan diantara manusia. Nenek juga merasa tenang jika menitipkan Young Ran pada Sung Chul.

Setelah makan siang, nenek meminta semuanya untuk berkumpul. Karena Eun Sung menolak perusahaan, maka ia akan menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan karyawan. Ia akan membagi-bagikan saham pada para karyawannya. Untuk aset yang tersisa, nenek menulisnya dalam surat warisan dan menyerahkannya pada Hwan. Ia meminta Hwan melaksanakan apa yang tertulis di surat warisan itu jika nenek sudah meninggal.


Nenek Jang berkata bahwa ketika ia sedang koma di rumah sakit, samar-samar ia mendengar suara Hwan yang menceritakan kecelakaan ayahnya. Nenek menoleh pada Hwan, "Hwan! Apakah itu semua benar?"
Hwan: Maafkan aku.
Nenek Jang: Bodoh! Kenapa kau tidak menceritakannya? Kenapa kau hidup dengan kesedihan seperti itu di hatimu? Apa mungkin... karena putraku mati untuk menyelamatkan anaknya, jadi kau takut aku akan membencimu?
Hwan: Semua itu terjadi karena aku terlalu keras kepala.
Nenek Jang menangis dan memeluk Hwan. Ia berkata bahwa orang tua manapun tidak akan menginginkan kejadian buruk menimpa anaknya.


Jung mencoba mencari pekerjaan, tapi kemampuannya terlalu buruk dan ia memutuskan untuk belajar terlebih dahulu.


Hwan mengajukan proposal untuk membuka cabang secara global. Tujuan pertama adalah New York. "Aku mencium adanya motif tersembunyi." ujar Nenek Jang curiga.
Hwan: Tidak ada.
Nenek Jang: Tidak?
Hwan menahan senyum. "Tentu tidak."
Nenek Hwan: Kalau begitu, ayo kita rapatkan.


Nenek Jang membagikan saham pada para karyawannya.
Pyung Joong memulai proyeknya dan membina karirnya dari awal lagi.
Seung Mi menjadi seorang guru dan Sung Hee bekerja di toko bunga.


Karena hari ini Eun Sung akan pergi ke Amerika, Hwan mengajaknya pergi piknik di tempat dimana Hwan dan ayahnya pergi sebelum kematian ayahnya. Hwan berniat memasakkan kari untuk Eun Sung. Agak ribet juga dia memasaknya.
Eun Sung memakan kari itu. Ia mengunyah dan terdiam.
Hwan: Bagaimana rasanya?
Eun Sung: Baru kali ini aku merasakan masakan seperti ini. Ini enak.
Hwan senang. "Benarkah?" Ia menyendok kari dan memakannya. "Kenapa kari rasanya seperti bubur?"
Eun Sung: Punyaku enak. Sangat enak sampai aku ingin menangis.
Eun Sung terharu, menahan tangisnya. Hwan tersenyum padanya.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan melihat danau.
Eun Sung: Aku tidak ingin terlambat ke airport. Aku harus pergi sekarang.
Hwan hanya diam. Eun Sung menatapnya. "Setelah selesai bekerja, kau harus langsung pulang!" kata Eun Sung. "Jika sudah dapat gaji, jangan minum-minum. Apalagi kalau kau sampai mabuk dan mengetuk pintu rumah seorang gadis..." ujar Eun Sung seraya menunjukkan kepalan tangan pada Hwan.
Hwan tertawa. "Apa?"
"Ada hal lain yang ingin kukatakan." kata Eun Sung. "Sun Woo Hwan!" Eun Sung kemudian berbisik di telinga Hwan, "A-ku-men-cin-ta-i-mu."
Hwan terkejut. "Apa yang tadi kau katakan?"
Eun Sung: Kau tidak dengar?
Hwan: Katakan sekali lagi.
Eun Sung tersenyum dan mencium Hwan.





-THE END-



<<...BL Episode 27 ||^_^|| THE END


Sumber :

  • http://www.bloggaul.com/
Thank you to all the sources of informations, articles, and pictures

Saturday, February 20, 2010

Lee Seung-gi, fasih Bahasa Jepang

Fasih Bahasa Jepang, Pemeran Brilliant Legacy Belajar dari Dorama

Penghibur serba bisa Korea, Lee Seung-gi yang dikenal sebagai Sun Woo-hwan dalam drama Brilliant Legacy ini baru-baru ini mengadakan jumpa penggemarnya di Jepang, setelah usai konsernya yang bertajuk Lee Seung-gi Live & Talk 2010 di Sun Plaza Hall, Nagano, Tokyo pada malam 12 Februari 2010 kemarin.

Nama Lee Seung-gi cukup populer di Jepang berkat penampilannya dalam sitkom produksi MBC Nonstop 5, drama The Infamous Chil (7) Sisters dan sebuah segmen variety show 1 Night 2 Days of Happy Sunday.

Hebatnya Lee memperlihatkan kemampuan bahasa Jepangnya dalam sebuah wawancara sebelum konsernya dimulai. Rupanya Lee mulai belajar bahasa Jepang 3 tahun lalu setelah menonton drama Jepang Pride yang dibintangi aktor Kimura Takuya. Ia belajar bahasa Jepang lantaran ingin mendapatkan kesempatan berakting bersama Kimura Takuya di Jepang jika memungkinkan.

Tidak hanya itu, Lee pun juga ingin berakting dengan bintang Jepang lain, yaitu aktor dan anggota Arashi, Matsumoto Jun serta aktris Aoi Yu. Berbicara dalam jumpa pers itu, Lee juga mengatakan ia senang masih bisa mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari fans Jepang-nya setelah kunjungan terakhirnya di negeri Sakura itu setahun lalu. (Dikutip dari http://www.indosiar.com/gossip/84603/fasih-bahasa-jepang-pemeran-brilliant-legacy-belajar-dari-dorama).

Thank you to all the sources of informations, articles, and pictures

Sinopsis Brilliant Legacy episode 27

Brilliant Legacy Episode 27
Tayang: Senin, 22 Februari 2010 pukul 15:00 WIB di Indosiar

Eun Sung menunjukkan tiketnya ke petugas dan bersiap masuk ke ruang tunggu penumpang. Lalu dia mendengar orang memanggil namanya. Dia menoleh dan ternyata Hwa,Eun Sung bergegas masuk, tapi Hwan keburu menahannya. Dia menarik Eun Sung keluar.
Datanglah Jun Se memanggil Eun Sung, mereka heran Jun Se juga datang.
"Eun Sung dengarkan ya, ayahmu tidak mati. Ayahmu Go Pyung Jung masih hidup", kata Jun Se hati-hati
"Apa, ayah", Eun Sung tak mengerti.
Lalu Go Pyung Jung muncul dan memanggil Eun Sung.
Eun Sung terperangah.
"Ini ayah"
Eun Sung menjatuhkan paspornya. Eun sung pun jatuh terduduk. Ayahnya mendekat. EunSung tak percaya dengan yang dilihatnya dia memegang wajah ayahnya terharu.

Eun Sung akhirnya mengaku bahwa dia ke sini karena ibu tirinya menjanjikannya bertemu Eun Woo dan memintanya ke luar negeri bersama Eun Woo. Mereka berpendapat harusnya SUng Hee dan Eun Woo juga ada di airport sekarang. Mereka minta Eun Sung menelepon ibu tirinya untuk memastikan.
Sung Hee ternyata meminta Eun sung membatalkan jadwal hari ini.
"Eun Woo sakit flu berat dia tidak bisa pergi hari ini", Sung HEe berbohong. Dia sambil mencari-cari EUn Woo dan mengerahkan anak buahnya untuk mencarinya. Dia berkata akan menghubungi Eun SUng lagi.
Hwan akhirny amemperkenalkan diri kepada ayah Eun Sung.

Mereka semua pulang diantar Jun Se menuju rumah Nenek. Ayah Eun Sung berkata bahwa selama ini Jun Se telah menolongnya dan mencarikan pekerjaan. Hwan kembali minder sama Jun Se yang selalu bak malaikat penolong. Ayahnya juga berkata bahwa dia mendapat e-mail atas nama EUn Sung. EUn Sung heran siapa prang yang berani mengatasnamakan dirinya.
Nenek kaget mengetahui bahwa selama ini ayah Eun Sung masih hidup dan Sung Hee ternyata telah berkata bohong padanya. Jun Se juga menguatkan bahwa selama ini Sung Hee juga berbohong tentang uang asuransi itu. Mereka juga telah mengusir Eun Woo dan Eun Sung dan hanya memberikan Eun Sung uang yang sedikit dibanding uang asuransi yang dia terima.

Jun Se pamit pulang dan akhirnya mereka membuat rencana. Nenek ingin Sung Hee mengakui semuanya kepada mereka. Mereka merahasikan dulu bahwa Eun Sung telah bertemu ayahnya. oh young Ran ditugaskan untuk menelepon Sung HEe dan meyakinkannya untuk datang tanpa diketahui Seung Mi. Young Ran berhasil Sung Hee datang karena penasaran. Hwan pergi ke bar di jalan dia menelepon Seung Mi untuk menemuinya di bar Yong Suk

Sung Hee berbicara dengan nenek. Tiba-tiba Eun Sung dan Go pyung jung turun dari atas, wajah Sung Hee melongo karena tak percaya. Oh Yong Ran ikut tegang dia memegang erat lengan pak Pyo. Eun Sung memandang wajah ibu tirinya dengan pandangan marah. Dia kali ini benar merasa dibohongi. Eun Sung tidak basa basi dia langsung menanyakan Eun Woo.
"Aku tidak tahu. aku akan mengatakannya jika aku tahu", kata Sung Hee
Eun Sung tak percaya lagi ucapan ibu tirinya. (padahal kali ini benar).
Sung Hee juga terus membela diri tentang uang asuransi dan balik menyalahkan Go pyung Jung yang memulai semua ini.
SUng Hee keluar dari rumah nenek dengan percaya diri. di luar rumah nenek dia lemas.

Di bar Hwan mendengar bahwa Young Suk kelhilangan sepupunya.
"Sejak tadi pagi dia tidak kembali", kata yong suk
"Dari pagi, berarti sudah beberapa Jam?! Ayo cepat telepon polisi", kata Hwan
"Jangan!" yong suk buru-buru menahan Hwan. "Dia sebenarnya bukan sepupuku"
Hwan heran. Dia menjelaskan bahwa dia menemukannya karena anak itu ingin main piano tapi setelah itu dia tidak mau pergi. Hwan menghajarnya karena memanfaatkan anak sembrangan. Dia merasa jangan-jangan anak itu Eun Woo. Dia beniat menelepon Eun Sung tapi dibatalkannya karena belum 100 % yakin.

Di tempat lain Eun Woo setelah kabur dari orang suruha Sung Hee, bingung mencari jalan pulang. Lalu dia melihat Gereja, dia masuk ke sana.

Hwan mencari-cari Eun Woo, dia meneliti jalanan yang dia lewati juga mendatangi tempat les piano di sekitar situ dan menanyakan Eun WOo tapi hasilnya nihil Hwan terus berjalan dari tempat les piano ke tempat piano lainnya. Dia sempat putus asa. Dia melihat gereja dan mendengar suara piano dari gereja. Hwan masuk, dia melihat Eun Woo dan begitu lega. Dia coba memanggil "piano" dengan nama aslinya
"Go Eun Woo". Eun Woo ternyata menoleh. Hwan senang. "Apa kakakmu bernama Go Eun Sung?", tanya Hwan
"Noona (kakak)?. Aku menunggu kakak", kata Eun Woo sambil memegang kalungnya.
Hwan tahu itu kalung yang serupa dengan kalung Eun Sung. Hwan tak menyangka dia akhirnya menemukan Eun Woo dia begitu lega dan bahagia.
"Hey bocah. ternyata kamu (yang selama ini dicari)" Hwan memeluknya dengan haru
Eun Woo risi dipeluk

Hwan mengajak Eun Woo pulang ke rumahnya. Dia membujuk Eun Woo untuk mau masuk.
"Tidak apa-apa ini rumah Hyung (kakak). Kau akan bertemu kakakmu", Hwan berusaha meyakinkan Eun Woo.
Eun Sung dan ayahnya mau keluar dari rumah Hwan. Mereka melihat Hwan dan bocah yang dibawanya. Betapa bahagia Eun Sung dan ayahnya melihatnya Eun Woo. Mereka bertiga berpelukan. Hwan senang melihat Eun Sung begitu bahagia.

Sung Hee pulang ke rumahnya , dia minta anaknya berkemas untuk pergi. Seung Mi heran dia memaksa ibunya bercerita. Seung Mi putus asa mendengar pengakuan ibunya bahwa dia meminta Eun Sung pergi.
"Bukankah aku sudah berkata berikan Eun Woo lalu kita pergi. Ibu, mengapa aku harus mempunyai ibu macam ibu ini", Seung Mi putus asa dia tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi ibunya.

Di rumah Hwan, keluarga Eun Sung, nenek dan Hwan berbicara bersama. Hwan bercerita bagaimana dia menemukan Eun Woo. Eun Woo tiba-tiba nyeletuk."Aku tidak boleh menelepon jika ingin bertemu Noona (Kak eun sung)"
"Siapa yang berkata itu", kata Eun Sung kaget
"Ibu", jawab Eun Woo
Dia lalu menyebutkan dengan lancar no telepon ibu tirinya, alamat rumahnya bahkan no polisi mobilnya.
Eun Sung yakin jadi selama ini ibu tirinya l ah yang memisahkan EUn Woo darinya, dia bertarmbah geram.

Mereka sekeluarga berniat mendatangi langsung aparment Sung Hee. Nenek meminta Hwan untuk mengantar mereka. Sampai di halaman apartemen Eun SUng meminta Hwan untuk pulang saja, tapi Hwan menunggu berjaga di sana.
Sung Hee bersiap untuk pergi, ketika dia mendengar ada orang mengetuk apartemennya. Dia kaget ternyata Suaminya, Eun Sung dan Eun Woo menorobos masuk. Go pyung jung sudah benar-benar marah terhadap SUng Hee dia mengangkat tangat bermaksud memukul istrinya. Tapi ternyata Eun Woo sigap menahan tangan ayahnya
"Jangan itu ibu. Nanti Ibu sakit", kata Eun Woo membela Sung Hee.
Mereka semua terdiam mendengarnya.
"Dengar tuh. Dia memanggilmu Ibu", kata Go pyung joong menurunkan tangannya.

Seung Mi tak kuat mendengar itu semua dia lari keluar. Eun Sung akhirnya ikut mengejarnya.
Eun Sung mengajak Seun tag Mi berbicara. Dia bertanya apa Seung Mi yang selama ini menulis e-mail untuk ayahnya atas nama dirinya. EUn Sung tak mengerti SEung Mi selama ini menyembunyikan kenyataan ayahnya masih hidup dari dirnya. Eun SUng tak habis pikir jika dia benar-benar jadi ke amerka dia tidak akan bertemu ayahnya lagi.Eun Sung menayakan motif Seung Mi.
Seung Mi sendiri tidak punya ayah kandung yang baik, dia senang pada ayah Eun SUng. Dia selama ini cemburu pada kedekatan EUn Sung dan ayahnya.
"Tapi ayah kan tak pernah mengabaikanmu", bela Eun Sung. Karena itulah aku semakin tidak nyaman.


"Karena ayahmu sangat berarti bagimu seperti Hwan berarti bagiku", kata Seung Mi. Seung Mi tahu dia tidak bisa mendapatkan Hwan lagi.

"Jadi kau melakukan semua ini hanya gara-gara seseorang (hwan)?!" , tanya Eun Sung marah.

Hwan dari jauh diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka.
"Saya minta maaf Eun Sung", kata Seung Mi.Eun Sung masih kesal dia meninggalkan SEung Mi.

Seung Mi duduk dan menangis Hwan lalu menghampiri Seung Mi.
"Apa kamu ini benar-benar Seung Mi yang saya kenal?",tanya Hwan kecewa. Dia mengangkat Seung Mi yang sedang duduk dan mengguncangkan badannya "Apa ini kamu?"
Dia pergi meninggalkan Seung Mi.

Keesokan harinya Jun Se datang bersama ayahnya menjemput ayah Eun Sung. Mereka bermaksud menolong Go Pyung Joong melapor pada yang berwajib untuk mengembalikan identitasnya semula.

Eun Sung, Eun Woo dan ayahnya akhirnya pindah ke rumah kecil Eun Sung di Bu Am Dong. Ayahnya berjanji dia akan bekerja keras untuk anak-anaknya. Eun Sung juga berkata dia akan bekerja. Eun Sung memasakkan mereka makanan. Dia telah berkata dia menggantijurusan kuliahnya di amerika dan mengambil jurusan seni memasak. Eun Woo sangat suka masakan kakaknya begitu pula ayahnya.

Di rumah nenek, keluarga membicarakan seung Mi dan ibunya. Mereka bingung karena uang Sung Hee tega berbuat jahat dan karena Hwan seung mi tega berbohong. Hwan risi mendengarnya dia pergi ke kamarnya (hwan hari itu keren juga pake baju warna hijau). Nenek menghampiri hwan di kamarnya
"kamu tidak senang Eun Sung telah berkumpul lagi dengan keluarganya?", tanya Nenek
"Tentu aku senang"
"Tapi mengapa wajahmu murung?"
"Aku merasa tidak enak karena aku juga yang menyebabkan mereka sempat terpisah"

Sung Hee pergi ke bank dia menutup buku tabungannya, dia juga mengurus penutupan tokonya. Ketika pulang seung mi mengajak ibunya untuk pergi dari rumah ini dan memberikannya pada Eun Sung. Seung Mi tidak mau dihantui rasa bersalah dan ingin membayar kesalahannya. Kali ini ibunya tak mencegahnya
"Terserah, lakukan saja sesuai keinginanmu"

Malam itu Seung Mi tak bisa tidur , dia memikirkan ibunya. Perasaannya tidak enak, dia ke kamar ibunya. Dia heran ibunya tidak ada di sana, tapi tas ibunya tergeletak di bawah. Dia melihat HP dan kunci mobil ibunya pun masih ada di situ. Seung Mi langsung panik dia pergi ke luar mencari memanggil-manggil ibunya.
Tak jauh dari situ Sung Hee naik ke lantai atap apartemen. wajahnya sangat putus asa.
Dia pergi ke pinggir pagar dan melihat ke bawah. Dia membuka sandalnya. dan naik ke ujung pagar. Dia berniat bunuh diri.




Sumber :

  • nana-catatanku.blogspot.com
Thank you to all the sources of informations, articles, and pictures

Wednesday, February 17, 2010

Sinopsis Brilliant Legacy episode 26

Brilliant Legacy Episode 26
Tayang: Jumat, 19 Februari 2010 pukul 15:30 WIB di Indosiar

Seung Mi akan menemui Kak Hwan di bar Young Suk. begitu mau naik dia melihat seorang remaja turun. Seung Mi mengenalinya anak itu Eun Woo.
Seung Mi sempat terpana Eun Woo ternyata di Seoul (terakhir Seungmi nyari2 Eun Woo sampai putus asa di Daegu). Namun saat dia akan menemuinya, tiba-tiba Hwan juga muncul menghampiri Eun Woo. Hwan terlihat mengenalinya, Seung Mi bersembunyi. Dia hanya memperhatikan dari jauh Eun Woo yang membeli susu coklat dengan Hwan. Tak lama kemudian mereka kembali naik. Seung Mi terpaku di situ dia bingung.

Hwan menunggu di bar. Dia berkata pada temannya kok bisa-bisanya dia lupa ulang tahun Seung Mi. Hwan merasa bersalah. Lalu HP hwan berbunyi ada sms masuk dari Seung Mi. Dia berkata dia tidak bisa datang karena sedang bersama teman-temannya. Seung Mi berbohong, dia di restoran sendirian memandangi foto Eun Woo di HPnya (Seung Mi juga sayang sama Eun Woo).

Hwan pulang ke rumah. Dia melihat nenek belum beristirahat. Hwan memberanikan diri membicarakan tentang Eun Sung.
"Jika nenek tahu eunsung tidak bersalah mengapa nenek tidak berbuat apa-apa?"
"kau sepertinya juga percaya dia, bagaimana kau percaya"
"Saya hanya melihatnya dan percaya", kata Hwan (mantap gitu dong!)
Nenek tidak bisa mencampuri terlalu dalam masalah keluarga mereka.
Hwan ingin Eun Sung kembali lagi ke rumah (biar ktemu terus ya), tapi nenek masih menunggu.
Nenek bertanya tentang hubungan Hwan dengan Seung Mi. Hwan berkata dia memberi Seung Mi waktu.

Hyeri bertanya pada Eun Sung sejak kapan dia menyukai Hwan. Eun Sung sendiri tak tau pasti.
"Suatu saat ternyata saya sadar, saya bahagia karena dia, tapi juga menangis karena dia"

Seung Mi pulang bertanya serius kepada Ibunya.
"Apa yang sebenarnya ibu lakukan pada Eun Woo?"
"Menurutmu aku bukan manusia apa. Aku menaruhnya di sana karena aku tahu pasangan itu dan aku tau itu tempat teraman", Sung Hee beralasan
Ibunya heran mengapa SEung Mi tiba-tiba menanyakan Eun Woo.
"Aku melihat Eun Woo!". Sung hee kaget. Seung Mi menceritakan yang dilihatnya pada ibunya. Ibunya stress dan putus asa.
"Ibu serahkanlah Eun Woo pada Eun Sung lalu kita pergi dari sini. Aku tak sanggup jika menyerahkan Eun Woo kepada orang lain lagi.", Seung Mi memohon pada ibunya. Sung Mi sayang Eun Woo, dia sebenarnya baik. Seung Mi merasa dia harus menghentikan semua ini termasuk Hwan.

Baek Sung Hee mempunyai ide. Dia menemui Eun Sung mengajaknya bicara di suatu tempat.
"Aku menemukan Eun Woo", kata SUng HEe. Eun Sung terperanjat dan mendesak ingin bertemu.
"Kamu akan bertemu dia , jika kamu berjanji pergi dari sini", lanjut Sung Hee. Sung Hee meminta Eun Sung ke Amerika mencari pendidikan piano untuk Eun Woo dan melanjutkan sekolah sesuai keinginan Eun SUng dahulu.
"Aku akan mengembalikan uang asuransi ayahmu, cukup untuk uang sekolahmu", Sung Hee menyerahkan buku tabungannya.
Eun Sung mengira ibutirinya hanya membual dan mengancamnya. Sung Hee masih ingin Seung Mi bersama Hwan. Mereka akan bertemu lagi besok siang.

Eun Sung semalaman tidak bisa tidur begitu jg Eun Woo. Dia ingat kata ibu tirinya harus menunggu jika ingin bertemu Noona Eun Sung. (saudara kandung ini suka connect). Eun Sung hampir terlambat kerja. Dia sditunggu Hwan di tangga depan pintu masuk. Hwan mengira dia baru menemui Jun Se. Hwan melihat mata Eun Sung yang bengkak.
"Kamu habis menangis?!", tanya hwan walau cemas dia kalo nanya galak. Eun Sung tak menjawab.
Hwan menariknya ke roof garden mendesaknya menceritakan semuanya. Dia memegang tangan Eun Sung keras-keras.
"Lepaskan tanganmu, tanganku sakit", kata Eun Sung.
"Apa kau memikirkan adikmu? Jika kau ada sesuatu ceritakanlah kepadaku. Aku yang sekarang ada di sisimu", Hwan setengah memaksa. Hwan memang perhatian tapi style nya beda sama Jun Se (suka sama yang mana hayo?)
tapi Eun Sung enggan bercerita dia lari turun.

Eun Sung menemui Ibu tirinya lagi. Ibu tirinya sudah menyiapkan tiket untuk lusa, uang dolar, tempat tujuan dan sekolah Eun Woo. Kali ini ibunya mengirimkan ke pHiladelphia. Eun Sung kaget karena dia dulu tidak sekolah di sana (di mana ya dulu?). Pesawat Eun Sung akan transit di Tokyo, Sung Hee akan menyerahkan Eun Woo di tokyo. (terlalu banget sampe segitunya).

Eun Sung termenung, dia harus meninggalkan semua yg ada di sisinya mulai lusa.
Sore hari Eun Sung ke rumah nenek dengan membawa hadiah untuk nenek. Dia memeluk nenek dari belakang. Nenek merasa Eun sung akan berpisah darinya. Nenek berkata bahwa orang itu disatukan oleh hati bukan oleh darah. Eun sung memeluk erat nenek, dia menangis di punggung nenek.
Jung dan ibunya mulai berpikir-pikir bagaimana jika sekiranya Seung mi yang bohong. Karena sebenarnya Eun Sung jg anak baik. Mereka mencurigai Hwan yang berpihak pada Eun Sung. Mereka makin curiga saat Hwan mengantar Eun Sung keluar.
"Kamu ini memang impulsif ya, jika memang mau ke sini knapa tadi ga bareng aja sama aku", kata Hwan senang. (seneng dong Eun Sung dateng)
"Kamu mau tau seberapa impulsifnya aku?"
"coba saja", tantang Hwan
"Kamu besok libur khan, mau jalan denganku?", ajak Eun Sung
Hwan bengong seperti ga percaya. (kayak ketiban durian runtuh kali ya diajak kencan duluan).

Eun Sung juga ke restoran kak Jun Se, dia mencopoti semua berita Eun Woo yang dipajang di sana. Jun Se sempat salah paham, Dia mengira EunSung sampai sebegitunya ingin menyingkirkan dirinya.Eun Sung meyakinkan Jun Se bahwa tidak mungkin dia berbuat begitu.
"Oppa itu orang yang aku akan sering katakan maaf dan terimakasih , bahkan sampai aku mati. Betapa aku ingin melihat Oppa bahagia", kata Eun Sung
"Oppa, baik-baiklah di sini", Eung Sung mengucapkan selamat jalan dalam hati.

Malamnya di rumah Eun Sung mencari-cari passportnya. Ternyata Hyeri menyimpankannya. EunSung berkata pada Hyeri semoga suatu saat mereka bisa pergi liburan ke luar negeri bersama.

Keesokan harinya, di kamarnya Hwan sibuk memilih-milih baju untuk kencan dengan Eun Sung. Dia memutuskan memakai blazer hitam. Di kamarnya Eun Sung juga sibuk mempercantik diri. Dia memblow rambutnya, memakai make up dan memasang kalung hati.
"Bagaimana penampilanku", tanyanya pada Hyeri
"Bener-bener cantik", kat Hyeri tersenyum. Eun Sung memakai gaun warna putih.

Mereka janjian jam 8.30 pagi. Hwan menunggu dengan gelisah karena Eun Sung belum datang. Lalu Eun Sung muncul, tapi dia sembunyi dulu di belakang di balik tiang. Hwan menengok ke belakang dia sekilas melihat Eun Sung.
"Saya sudah melihatmu, ayo keluar", kata Hwan. Hwan mengomeli Eun Sung yang datang terlambat.
"Tapi kata temanku dulu gadis biasa datang 10 menit terlambat ketika kencan", bela Eun Sung
"Dulu, kapan?"
"Waktu aku kelas 3 SMU...". Hwan menertawakan Eun Sung.
"Jadi kamu belum pernah kencan lagi sejak kelas 3 SMU"
"Aku khan langsung ke luar negeri setelah 3 SMU", kata Eun Sung kesal.
Karena ini kencan pertama EunSung setelah di Seoul ,dia ingin melakukan apa yang biasa dilakukan orang-orang saat kencan (kencan terakhir sebenarnya maksud Eun Sung) .

Mereka pergi ke bioskop. Hwan baru tahu mereka kencan pagi untuk nonton hemat.
"Ini biasa dilakukan oleh pasangan-pasangan", Eun Sung beralasan.
Hwan kaget saat Eun Sung memilih film horor. Eun Sung membayarkan tiketnya. Dia juga memesan popcorn ,makanan kecil dan cola, dan menyuruh Hwan membayar.
"Kamu mengirit tiket, tapi sekarang jajanmu lebih mahal dari harga tiket?!", Hwan sempat protes. Tapi dia toh membayarkannya demi Eun sung.
Di dalam bioskop saat Hwan nonton film dengan tegang, Eun Sung malah asyik makan popcorn. Eun Sung mengambil tangan Hwan, dan memberikan popcorn ke telapak tangannya. Mereka tersenyum. Lalu mereka nonton sambil berbagi popcorn. Tangan mereka sempat beradu. Hwan sempet deg-degan dan ragu. Eun Sung cuma tersenyum melihat tingkah Hwan.
Saat adegan menakutkan, Eun Sung spontan memegang erat lengan Hwan dan sembunyi di pundaknya. (Hwan sih pastinya seneng aja ya). Filmnya selesai, tapi EunSung masih menunduk di pundak hwan. Hwan mengetuk kepala Eun Sung dengan lembut.
"Sudah selesai, kok"
Ternyata Eun Sung menangis. (mungkin dia nangis karena mau pisah sama Hwan)

Keluar dari bioskop Eun Sung sudah terlihat ceria. Dia lapar dan berkata belum makan pagi. Mereka makan di rumah makan, memesan banyak makanan. Eun Sung ingin menyuapi Hwan seperti di mobil dulu. Hwan akhirnya mau. Dia pun gantian menyuapi Eun Sung.

Setelah makan kenyang meraka jalan-jalan di tengah keramaian. Mereka melihat-lihat lalu mampir di toko gulali. Hwan menyuapi Eun Sung tapi Eun sung malah mencandainya.
Mereka menonton pertunjukkan sulap di jalanan. Di akhir petunjukkan, pesulap itu menghadiahkan bunga mawar pada Eun Sung. Tetapi Hwan tidak suka, dia mengambil bunganya lalu memberikannya ke gadis kecil di depannya.
Mereka melihat pelukis karikatur. Eun Sung meminta Hwan agar mau dilukis. Hwan duduk di depan. Eun Sung menemani pelukis di sampingnya. Saat melihat Hwan, dia sedih. Dia diam-diam memandangi wajah Hwan sambil mengusap lukisannya. Setelah seharian berjalan-jalan Hwan mengantar Eun Sung berjalan ke rumahnya sambil bergandeng tangan
Hwan meminta Eun Sung pulang karena pasti lelah berjalan-jalan seharian. Hwan heran mengapa EunSung harus melakukan semuanya dalam satu hari.
"Apa kita juga harus berciuman", canda Eun Sung. hwan langsung tegang. Eun Sung bilang hanya bercanda. hwan malu dia lalu membela diri dia juga tidak ingin.
"Ini khan seperti kencan pura-pura...tapi bukan berarti aku tidak suka", kata Hwan cepat.
Hwan ingin kencan berikutnya dia yang mengaturnya. Eun Sung penasaran kencan seperti apa, tetapi Hwan merahasiakannya, dia takut Eun Sung juga ingin melakukannya sekarang.
Eun Sung ingin menyaksikan Hwan pergi
"Aku pergi, baik-baiklah di sini", katanya dalam hati .Selamat Tinggal", Eun Sung tak bisa menahan air matanya lagi. (Hwan hari ini baik dan banyak senyum..,seneng lihat Hwan)

Malam itu juga Eun Sung pergi ke restoran, dia menyerahkan surat pengunduran dirinya ke manager Lee.

Nenek dan Pyo terus menyelidiki kebenaran tentang Sung Hee dan Eun Sung. Dia akhirnya tau Sung Hee pernah bercerai dan ayah kandung Seung Mi masih hidup. Dia mengira ini ulah Sung Hee, Seung Mi hanya terjebak di tengah.

Pagi hari Hwan bangun. Dia langsung teringat kencannya kemarin. Dia tersenyum bahagia sekaligus merasa ada yang aneh
"Eun Sung salah makan apa ya kemaren?" (giliran Eun Sung baik aja dibilang salah makan, dasar hehe)


Sung Hee membangunkan Seung Mi. Ternyata Seung Mi tidak pergi ke kantor karena telah mengundurkan diri.Seorang laki-laki suruhan Sung Hee mengikuti Eun Woo. Dia memberinya susu coklat dan berkata itu dari Noona ( Eun Sung). Eun Woo dibawa masuk mobil. Tapi dia diinstruksikan tidak membawa Eun Woo ke rumah (Sung Hee ga mau ketahuan Seung Mi yang ada di rumah)

Eun Sung membawa kopernya meninggalkan rumah, dia memandang tempat tinggalnya dari kejauhan dengan rasa berat.
Pada saat yang sama Hwan sedang bersih-bersih di restoran. Dia gelisah Eun Sung belum datang dan sebentar-bentar melihat keluar. Dari manager Lee dia diberitahu Eun Sung tadi malam datang menyerahkan surat pengunduran diri. Hwan kaget, dia menelepon Eun Sung tapi tidak aktif.

Dia cabut dari restoran dan bergegas ke rumah Eun Sung. Di sana pun seseorang memberitahunya bahwa Eun Sung tidak ada. Dia terlihat pergi dengan koper besar tadi pagi. Hwan tiba-tiba teringat Eun Sung terakhir melambaikan tangan kepadanya sambil menahan tangis.Hwan berpikir. Akhirnya dia menelepon Jung dan segera minta disambungkan ke Hyeri
Sambil marah dia menanyakan Eun Sung kepada hyeri. Hyeri heran
"Jika kamu kerja sama dengan Eun Sung untuk membohongiku, kamu mati!, ancam Hwan. Ingat-Ingat apa ada kata-kata atau tindakannya yang aneh?", desak Hwan serius.
Hyeri akhirnya ingat Eun Sung sempat mencari paspornya. Dia bergegas ke airport.


Sung Hee mau menjemput Eun Woo. Di mobil Eun Woo merasa asing dengan orang suruhan SEung Hee. Dia kabur dari mobil. Sung Hee menerima telepon bahwa Eun Woo menghilang.


Pak Go pyung Joong menemui Jun Se di restorannya. Hyeri seperti pernah mengenalnya. Dia bercerita bahwa namanya dulu tercantum dalam daftar orang yang meninggal di suatu kecelakaan gas.
"Apa Bapak dulu pernah kerja di perusahaan konstruksi", tanya Jun SE
Hyeri kaget langsung mengingat bapak itu. Baki yang dipegangnya langsung jatuh.
"Apa putri Bapak namanya Go Eun Sung?", lanjut Jun Se yakin.
Mereka langsung melesat ke airport.

Eun Sung sudah tiba di airport. Dia bersiap-siap boarding. Hwan begitu tiba di airport berlari mencari-cari sambil memanggil-manggil Eun Sung. Eun Sung mendengar seseorang memanggilnya. Dia menoleh, ternyata Hwan. (hwan keren banget pake kemeja putih itu). Eun Sung ingin kabur, tapi Hwan bergegas menahannya.
"Aku harus naik pesawat!"
"Mengapa kau harus pergi, katakan dulu. Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Atau kau ingin melihatku mati?!"
Jun Se datang. Hwan dan Eun Sung aneh melihat Jun Se di situ juga.
"Eun Sung jangan syok ya, tolong dengarkan. Ayahmu tidak mati. Ayahmu masih hidup", kata Jun Se hati-hati. Eun Sung hanya terdiam, bingung
Go Pyung Joong menemukan mereka. Dia menghampiri Eun Sung. Eun Sung melihatnya terperangah, paspornya terjatuh.
"Eun Sung, Ini ayah..."



<<...BL Episode 25 ||^_^|| BL Episode 27...>>>


Sumber :

  • nana-catatanku.blogspot.com
Thank you to all the sources of informations, articles, and pictures
ppc management, online marketing, search marketing, seo, website development - www.dotmedias.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...