Thursday, February 10, 2011

Interview Bareng Lee Hyun Woo



Dibawah ini adalah wawancara exclusive bareng aktor yang sekarang sudah menginjak dewasa tersebut. Yuk disimak…
Tanya (T): Kalo kamu diterima di Universitas Cheonha, kamu bakal mengambil jurusan apa?
Lee Hyun Woo (Lee): Saya? Saya akan…hmmm… yang jelas bukan ilmu pengetahuan alam tapi saya juga bukan tipe orang yang memiliki pengetahuan luas seputar seni. Saya ingin menekuni sesuatu seperti olahraga… Saya agaknya bakal memilih jurusan di bidang musik atau seni dibandingkan teater atau akting.
T: Alasan kenapa saya bertanya seperti itu adalah karena saya penasaran pada segudang mimpi yang dimiliki oleh seorang Lee Hyun Woo yang baru berusia 18 tahun. Kamu punya banyak potensi di segala bidang selain akting…
Lee: Saya banyak mempertimbangkan apakah bakal mendaftar ke jurusan teater dan akting atau memilih jurusan lain. Tapi, saya sudah berkarir di dunia akting dan suatu hari saya sadar bahwa saya sudah 18 tahun dan sama sekali nggak punya waktu buat melakukan hal lain. Jadi kemungkinan besar saya akan memilih jurusan teater dan akting tapi saya juga belum tahu sih. Jika saya mempelajari hal lain yang saya sukai, saya mungkin akan menuju kesana. Saya suka melakukan hal-hal baru dan jika apa yang saya lakukan cocok dengan saya, saya bisa memilih hal tersebut atau saya bisa menunjukkannya melalui akting saya.
T: Jadi kamu sedang mengatakan kalo kamu bisa mengembangkan kemampuan aktingmu dengan belajar dan mengenal banyak hal. Lau ketika kamu sedang membangun karakter sebuah peran, apakah kamu meniru akting seseorang atau kamu menunjukkan sisi lain dirimu?
Lee: Saya sebenarnya belum menonton “Dragon Zakura”, yang merupakan versi asli serial drama “Master of Study”. Kalo saja saya sudah menonton aktor yang memerankan tokoh Hong Chan Doo, acting saya mungkin beda. Tapi saya memakai gaya saya sendiri dalam memerankan tokoh di drama ini.
T: Kematangan yang kami saksikan pada karaktermu di serial “The Great King Sejong” dan karakter Chan Doo (Master of Study) benar-benar berbeda. Jujur saja nih, sulit mengatakan bahwa kedua tokoh tersebut diperankan oleh aktor yang sama.
Lee: The Great King Sejong adalah drama tradisional pertama saya dan saya nggak terlalu tahu apa-apa waktu itu, sungguh. Jadi sutradaranya banyak membantu saya dengan mengajari saya secara personal. Saya pikir saya mampu berperan dalam drama tradisional lainnya setelah itu, untung aja dapat pengalaman kayak gitu. Ketika saya berperan untuk drama tradisional, saya berakting sesuai dengan tuntutan. Ada jenis akting yang berbeda untuk tiap genre drama yang berbeda.
T: Apakah memerankan masa muda dari karakter tertentu, seperti yang kamu lakukan dalam “the Great King Sejong”, pernah membatasi aktingmu ketika kamu sudah dewasa?

Lee: Saya memilih memerankan peranan tersebut karena saya menyukai bagian yang itu dan saya benar-benar merasa cocok, bukan karena saya anak-anak dan harus memerankan tokoh anak-anak. Dan saya memerankan masa muda tokoh tersebut karena saya memang masih muda dan ini nggak seperti saya mampu memerankan bagian yang diperankan senior saya Kim Sang Kyung. Hahahahaha…
T: Apakah kamu sendiri yang menciptakan tokoh Chan Doo yang mempesona itu? Saya merasa kamu benar-benar tahu apa yang diinginkan penonton dari karakter ini ketika saya menonton adegan kamu melakukan psikokinesis.
Lee: Sutradaranya memberikan kami kebebasan untuk mengerjakan bagian kami masing-masing daripada memberitahukan kami bagaimana melakukan sesuatu. Saya suka itu. Contohnya saja, expresi wajah yang saya perlihatkan waktu melakukan adegan psikokinesis, saya menciptakannya sendiri.
T: Karaktermu begitu mempesona. Apakah kamu nggak ingin memerankan tokoh dengan kepribadian yang benar-benar berbeda seperti Baek Hyun?
Lee: Ya, saya sudah mencoba bagian peran Baek Hyun ketika membaca naskahnya. Hehe… Ketika sedang membaca naskah, setengahnya adalah milik saya dan setengahnya lagi milik Baek Hyun. Pada intinya, mata saya bakal berkelana ke bagian Baek Hyun. Rasanya berbeda dengan ketika saya memerankan Chan Doo, kemudian saya tiba-tiba berpikir, “Well, lakukan yang terbaik untuk bagian saya saja!”
T: Ketika nanti kamu bertambah dewasa, apakah kamu punya ambisi buat menunjukkan sisi lain dirimu, selain image keren dan imut yang melekat pada dirimu sekarang?
Lee: Tentu, saya ingin memerankan tokoh laki-laki jahat! Hehe… Tahu kan, tipikal pria yang jahat tapi keren dan banyak disukai.
T: Seperti karakternya Bi Dam di Queen Seon Deok, yang terlihat jahat dan banyak omong tapi dicintai banyak wanita?
Lee: 
Ya, yang kayak gitu paling bagus. Bi Dam memang paling cool!

sumber :
Hancinema.net

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...