Friday, January 28, 2011

Eun Jo's Diary part 2

Eun Jo's Diary
PART 2


(Episode 7)
Aku melihat seorang gadis cantik di sekolah. Aku tidak tau bahwa dia sungguh menarik hingga suatu hari dia muncul di depan kedua mataku.

Aku baru saja menatapnya saat sedang berolahraga dan akhirnya Oh Ha Ni bodoh itu mengetahui hal ini.

Aku tidak tau apa yang di katakan oleh Oh Ha Ni pada Sara, tapi sepertinya dia menawarkan untuk datang kerumah. Aku sangat senang mendengarnya.
Aku menunjukan mainan Geometrisku pada Sara, tapi dia bilang bahwa dia merasa bosan dan ingin pulang. Aku sungguh bingung dengan apa yang harus kulakukan.

Apa yang seorang perempuan sukai?

Kakak datang dan ikut bermain bersama kami. Sara terlihat sangat senang dan dia juga ingin kut makan malam bersama.

"Oppa, apakah kau percaya pada cinta pandangan pertama?" Sara bertanya pada Kakak.

Aku sungguh sangat senang. Aku sangat yakin bahwa Sara jatuh cinta padaku saat pandangan pertama. Tapi...

"Maukah kau menunggu 7 tahun lagi demi aku?"

Ternyata Sara jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Kakak. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak menyukai Kakak-ku.

Aku selalu bangga akan Kakak-ku yang tampan dan pintar, tapi untuk hari ini aku pikir akan lebih baik jika dia lebih jelek dari pada aku.

Sekarang aku mengerti apa yang orang dewasa katakan 'Jangan meminum rebusan kimchi' Tanpa di ragukan lagi bahwa rebusan kimchi sangat yucky.
"Eun Jo juga sangat tampan/keren" itu kata Ibu.

Tidak peduli berapa kalipun dia mengatakan itu, aku tidak terpengaruh. Chi! Aku terlihat sangat tampan di depannya karena dia Ibuku. Sara-lah yang seharusnya mengatakan bahwa aku ini tampan!

Sara hanya menyukai Kakak-ku. Aku benar-benar kecewa.

Walaupun aku yang terbaik di sekolah, tapi mengapa Sara tidak menyukaiku?

Aku tidak mau melihat Oh Ha Ni! AKu tidak pernah memintanya untuk melakukan ini tapi mengapa dia harus membawa Sara ke rumah dan membuat dia bertemu dengan Kakak. Uh Oh Ha Ni bodoh yang berisik!!

"Eun Jo, aku pikir situasi dari dua orang yang saling menyukai itu sebuah keajaiban. Akankah keajaiban itu terjadi padaku?"

Oh Ha Ni mengatakan hal itu padaku. Hari ini dia terlihat seperti orang yang normal.

Karena Kakakku Apakah Oh Ha Ni sakit hati juga?

Karena aku membicarakan hal ini dengan Oh Ha Ni, aku merasa bahwa aku semakin dewasa setelah aku merasakan sakit hati.
Oh Ha Ni yang bodoh itu meninggalkan rumah. Ini sangat baik karena rumah akan tenang. Namun ini juga terasa sangat sepi karena tidak ada seorang pun yang membuat sesuatu menyenangkan. Kurasa Kakak juga merasa hal yang sama. Dan dia sangat aneh karena memainkan boneka yang murahan.
(Episode 8)
Ibuku sepanjang hari hanya berbaring di kamarnya. Dia tidak melakukan pekerjaan rumah ataupun memasak. Ayah membagi-bagi tugas pekerjaan rumah, namun aku katakan pada Kakak bahwa dia lah yang harus mengerjakan semuanya. Aku ingin membantunya, namun aku masih merasa kesal padanya.
(Episode 9 )
Perutku terasa sangat sakit seperti mau mati. Saat Ibu dan Ayah pergi, aku memakan banyak pizza, meminum cola dan juga bermain game sepanjang hari. Aku pasti mendapatkan hukuman karena itu semua. Untung saja Oh Ha Ni bodoh itu datang ke rumah dan menolongku.
Setelah operasi itu rasanya sakit sekali, tapi aku mendapatkan teman baru dan itu membuatku senang. Nori dan aku belajar bersama dengan Kakak dan kami juga merayakan pesta bersama. Oh Ha Ni bodoh itu datang setiap hari dan itu sangat menyebalkan. Dia mencoba mengajari Nori walaupun dia tau bahwa dia tidak cukup mampu. Mereka membawa kami duduk di kursi roda dan berkeliling rumah sakit. Suster pun langsung memarahi kami.

Tapi sepertinya Kakak juga memiliki banyak waktu karena dia setiap hari selalu datang ke rumah sakit. Apakah mahasiswa tidak belajar?
Oh Ha Ni kembali ke rumah dan kamarku kembali di ambil. Aku tidak berbuat apapun karena dialah penyelamatku!

Aku berkata dengan cepat pada Ha Ni, "Aku telah menyusahkanmu. Terima kasih!"
Setelah Oh Ha Ni kembali, Kakak terlihat sering tertawa sendiri. Tapi tetap saja untuk beberapa hari ini, dia tidak mengobrol dengan siapapun dan diam. Kapanpun aku bertanya padanya, maka dia tidak akan menjawabnya. Apakah ada sebuah masalah?

Kakak-ku pergi meninggalkan rumah dan tinggal sendiri. Jika itu aku maka aku akan memilih berada di rumah karena lebih nyaman. Kakak ingin mencoba menatap dunia dan mencoba untuk bertahan di jalannya.


(Episode 10)

Pada saat dia pergi, dia berdiri dan mengatakan selamat tinggal.
"Eun Jo, Selamat tinggal"

Ini sangat menyedihkan dan membuat aku memeluknya lalu menangis. Walaupun aku merengek padanya namun Kakak tetap tidak menatapku. Dia hanya menatap Oh Ha Ni.Kakakku sangat aneh. Dia bahkan tidak mengatakan salam perpisahan pada Oh Ha Ni dan yang dia lakukan hanya menatapnya. Ini sangat aneh...
Tadi malam aku mendengar Oh Ha Ni yang menangis di kamarnya. Aku ingin meminta dia untuk sedikit tenang, namun dia menangis begitu sedih jadi aku biarkan saja dia menangis.

Ini pasti karena Kakak. Dia menangis pasti karena Kakak meninggalkan rumah. Tapi mengapa Kakak selalu membuat Ha Ni menangis?

Apakah Oh Ha Ni menangis karena Kakak tetap tidak menganggapnya? Beberapa hari sebelum Kakak pergi, dia terlihat sering menggoda Oh Ha Ni. Tapi sejujurnya aku lah yang pertama kali menemukan celana dalam Oh Ha Ni yang terjatuh itu.
"Oh Ha Ni bodoh." Aku berfikir seperti itu. Jika aku mengembalikan itu padanya maka mungkin dia akan sangat malu. Makanya aku bersikap seperti tidak melihatnya dan pergi ke dalam kamar. Tapi sangat aneh... Kakakku mengambil celana itu dengan tangannya dan aku dapat mendengar dengan jelas bahwa dia menggoda Oh Ha Ni.

"Apakah kau berhenti tumbuh saat SD?" Dia menggodanya
"Saat aku melihatmu maka aku tetap ingin agar kau kesuliatn!" Dia mengatakan itu.
Kenapa kakaku melakukan sesuatu yang bahkan murid SD pun tidak akan melakukannya.
Kenapa dia selalu membuat Oh Ha Ni menangis?

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...