Saturday, April 30, 2011

Kisah Pernikahan Kerajaan Inggris dari 1795-1981

PERNIKAHAN Pangeran William dengan Kate Middleton telah berlangsung. Janji setia seumur hidup kedua insan tersebut akan menjadi bagian dari sejarah kerajaan Inggris, melengkapi kisah pangeran dan putri raja-raja sebelumnya.
 
Waktu terus berjalan. Begitu juga dengan roda kehidupan yang terus berputar. Pangeran William kecil yang dahulu sangat terpukul saat sang ibunda wafat dalam sebuah kecelakaan, kini akan menjalani babak baru dalam kehidupannya. 
 
Banyak kalangan menyatakan resepsi pernikahan Pangeran William dan Kate yang dikemas secara elegan, akan menandingi kemegahan resepsi Pangeran Charles dan Putri Diana 30 tahun silam. Tapi benarkah?
 
Lalu bagaimana prosesi pernikahan para pewaris tahta Kerajaan Buckingham sebelumnya? Berikut sekelumit kisah pernikahan para bangsawan Inggris;
 
1.   Pernikahan Putri Margaret dan Antony Armstrong-Jones pada 6 Mei 1960


Sekira 300 juta orang menontong pernikahan keluarga kerajaan pertama yang pernah ditayangkan lewat televisi. Pada 6 Mei 1960 Putri Margaret adik dari Ratu Elizabeth II, menikahi seorang fotografer Antony Armstrong-Jones.
 
Gaun yang dipakai dirancang oleh Norman Hartnell, yang juga merancang baju pengantin Ratu Elizabeth II. Sedangkan ia menggunakan tiara yang dirancang oleh Poltimore Tiara serta dipadukan penutup rambut yang dirancang oleh Garrad, pada akhir abad 16 untuk Lady Poltimore. Lady Poltimore dikenal sebagai istri dari bendahara Ratu Victoria.
 
Tiara tersebut dibeli Putri Margaret seharga 5.500 poundsterling atau sekira Rp78,3 juta (Rp14.240 per poundsterling). Namun pada saat dilelang tahun 2006 lalu, tiara ini laku terjual 1 juta poundsterling atau sekira Rp14,2 miliar.



2.     Pernikahan Ratu Elizabeth II dan Philip Mountbatten (Pangeran Philip) 20 November 1947

Meskipun diliputi cuaca dingin di bulan November, namun ribuan orang rela menunggu hingga 19 jam hanya untuk melihat sekilas Ratu Elizabeth II, yang saat itu masih belum menjadi ratu. Saat itu ratu sengaja mengumpulkan pasokan pakaiannya demi membayar bahan untuk baju pengantinnya. Bahkan perempuan di seluruh Inggris mengirimkan kupon pasokan pakaiannya demi Elizabeth, padahal saat itu memberikan kupon merupakan hal yang dianggap ilegal.
 
Perancang gaun pengantain Norman Hartnell terpaksa menepis kabar bahwa gaun tersebut menggunakan sutra dari Jepang dan Italia. Kedua negara itu dianggap sebagai musuh Inggris di masa Perang Dunia II. Prosesi pernikahan ini disiarkan melalui radio. Pasangan ini mendapat 2.500 hadiah pernikahan yang dikirim dari seluruh penjuru dunia.

3.     Pernikahan Pangeran Albert dan Lady Elizabeth Bowes-Lyon (Raja George VI dan Ratu Elizabeth) 26 April 1923

Lady Elizabeth Bowes-Lyon dianggap seperti seorang warga biasa oleh banyak. Ini disebabkan dirinya baru bersedia dinikahi oleh Pangeran Albert yang kemudian menjadi Raja George VI, pada saat dirinya dilamar untuk ketiga kalinya.
 
Pasangan ini merupakan pasangan kerajaan pertama yang pernikahannya direkam dalam film. Mereka juga yang pertama kali mengadakan pernikahan di Gereja Westminster Abbey daripada Royal Chapel. Menurut mereka pernikahan yang lebih bersifat bersahabat mampu menangkat moral rakyat Inggris yang sudah jatuh akibat perang.
 
Pernikahan Ratu Victoria dan Pengeran Albert 10 Februari 1840
Ratu Victoria dianggap sebagai pendobrak trend menggunakan baju pengantin berwarna putih. Sebelum pernikahannya dengan sepupunya Albert Saxe-Coburg Gotha, para pengantin pada umumnya menggunakan gaun pengantin yang berwarna cerah.
 
Ratu Victoria juga disarankan oleh pihak protokol kerajaan untuk mengenakan jubah kerajaannya. Tetapi hal itu tidak dilakukannya. Ratu yang paling dikenal dalam sejarah Inggris setelah Elizabeth I ini memilih mengenakan gaun satin berwaran krem, cadar dan penutup kepala berwarna oranye. Pembuatnya gaun dan penutupnya kepalanya tersebut bahkan dibuat di wilayah pinggiran kota Inggris.
 
Menurut keterangan sekira 200 orang bekerja keras selama delapan bulan untuk menyelesaikan gaun tersebut. Seorang pekerja diceritakan ada yang pingsan sesaat ingin bertemu dengan ratu saat pengerjaan gaun tersebut.


4.     Pernikahan Price of Wales (Raja George IV) dan Caroline Brunswick 8 April 1975

Anak tertua dari Raja George III ini dipaksa untuk menikah sepupunya Caroline Brunswick. Pernikahan ini dilakukan untuk menyelesaikan penyelesaian hutang di parlemen yang ditanggung oleh Raja George III. Sebelum menikahi Caroline, Raja George IV secara diam-diam menikahi wanita simpanannya tetapi hal itu dianggap ilegal.
 
Caroline sendiri digambarkan sebagai perempuan yang ceroboh, kelebihan berat dan senang memakan bawang mentah. Dirinya pun diceritakan memiliki bau badan yang tidak sedap. Sementara George menghabiskan malam pertamanya tidur di lantai kamar tidurnya dalam keadaan mabuk.

5.   Pernikahan Prince of Wales dan Lady Diana Spencer (Pangeran Charles dan Putri Diana) 29 Juli 1981.

 
Pernikahan megah ini dianggap mengalahkan seluruh pernikahan keluarga kerajaan di dunia saat ini. Rakyat yang melihat, gaun yang dikenakan bahkan ciuman kedua pasangan ini.
 
Lebih dari 750 juta orang menonton langsung prosesi pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana. Apalagi saat keluar dari altar Katedral St Paul. Pernikahan ini menjadi acara televisi paling banyak ditonton kala itu. Pengalaman unik dialami oleh India Hicks, salah satu dari pengiring pengantin pernikahan Diana.
 
Hicks dan Sarah Armstrong-Jones yang juga keponakan dari Ratu Elizabeth bertugas membawa ekor dari gaun Putri Diana yang panjangnya mencapi 7,6 meter. Baginya hari itu menjadi pengalaman berharga untuk dirinya.
 
Apakah pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton nantinya akan menjadi resepsi termewah? Kita tunggu saja akhir pekan ini. 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...